Masyarakat Bali menjadikan daun kelor sebagai salah satu
sayur favorit mereka. Tumbuhan berdaun kecil ini biasa dimasang bening maupun
bersantan. Tetapi, ternyata tidak semua anak mau makan sayur yang mengandung
beragam gizi ini.
Namun, untuk mensiasati agar anak-anak makan saur kelor, para
orang tua murid PAUD dan posyandu Mandala Kumara, di Dusun Mandalasari,
Denpasar mengolah daun kelor menjadi
secara unik, yaitu nugget dan puding.
"Daun kelor diolah menjadi puding yang bisa dimakan
anak-anak mau dimakan sayur. Kami juga membuat nugget berbahan daun kelor. Kamu
bisa membuat stik agar anak-anak bisa mendapatkannya," kata Liana
Damayanti, salah seorang siswa, yang mendapat kunjungan Menteri Kesehatan Nila
Moeloek.
Kata Liana, daun kelor mudah ditemui di daerahnya karena
mudah tumbuh, masyarakat tidak harus membeli, cukup memetiknya langsung
dari pohon di pekarangan rumah.
Keahlian mengolah daun kelor diperoleh saat mengikuti pelatihan
yang diselenggarakan kader posyandu. Kepala PAUD Mandala Kumara, Ni Made
Sulastri, menjelaskan bahwa daun kelor merupakan makanan bergizi, murah dan
mudah.
Agar masyarakat konsisten membuat makanan dari bahan baku
daun kelor, kader posyandu beberapa kali diadakan demo masak. Menanam
pohon kelor dan mengolahnya untuk PMT pun sudah menjadi budaya masyarakat
sekitar.
Menteri Kesehatan Nila Moeloeksangat mengapresiasi kreativitas posyandu
ini. Menurut dia, daun kelor bisa dijadikan makanan alternatif untuk
memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
“Masalah kita kan stunting , yaitu kekurangan
gizi. Jadi harus ada terobosan, Indonesia kan kaya akan
tumbuh-tumbuh. Di jalan ada pohon kelor, ubah daun kelor itu bisa
meningkatkan gizi anak kita, ”kata Nila.
sumber https://gaya.tempo.co/read/1198854/siasati-anak-makan-sayur-daun-kelor-dibuat-nugget-dan-puding/full&view=ok

No comments:
Post a Comment