Bagi orang Palu pada khususnya dan warga Sulawesi Tengah pada umumnya,
tumbuhan Kelor seolah telah menjadi identitas diri. Karena tumbuhan ini
merupakan sayur kegemaran. Sehingga, tak jarang mereka menyebut Palu
sebagai Kota Kelor. Bahkan sebagian ada yang mengira hanya mereka masyarakat
yang menjadikan Daun Kelor sebagai sayur andalan.
Meski secara turun temurun warga Kota Palu telah mengkonsumsi Daun Kelor
dan telah mengetahui berbagai macam nutrisi beserta manfaatnya bagi tubuh dari
aspek medis.
Sayangnya masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah tidak mampu menangkap
nilai ekonomisnya. Bahkan pemerintah daerahnya pun sama sekali tidak tau
potensi bisnis ini.
Justru berbagai daerah di Pulau Jawa telah mengembangkan tumbuhan kelor
sehingga bernilai ekonomis tinggi, melalui berbagai olahan, mulai untuk nutrisi
tambahan bagi tubuh hingga untuk keperluan pengobatan.
Dan yamg sungguh luar biasa adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur,
Victor Bungtilu Laiskodat yang telah memulai ekspor kelor ke negeri sakura
Jepang.
Sementara di Sulawesi Tengah, kelor maksimal hanya disajikan dalam
bentuk keripik itupun sangat terbatas.
Dan maksimal hanya sebagai kebanggaan sebagai masyarakat penikmat
kelor.

No comments:
Post a Comment