Kalimat ini sudah lama menjadi pameo, atau semacam lelucon antara
warga etnis asli di lembah Palu dengan warga asal tanah jawa.
Bahwa, orang jawa yang sudah makan kelor tidak akan bisa pulang ke jawa.
Cerita menurut cerita, karena sebagian besar warga asal jawa tidak mau makan
sayur kelor. Kenapa?
Konon ada beberapa hal. Diantaranya, disebagian daerah jawa, daun kelor
dicampur dengan air untuk memandikan jenazah. Kedua, ada beberapa orang jawa
yang memiliki ilmu kesaktian dengan pantangan atau anti dari ilmunya adalah
seluruh bagian dari tumbuhan kelor.
Kemudian, aroma daun kelor yang menyengat, dalam istilah bahasa jawa 'penguk'
atau lebus atau prengus. Sehingga banyak orang jawa tidak suka dengan olahan
daun kelor.
Faktanya, warga jawa di Kota Palu sudah banyak yang menggemari sayur kelor,
beserta beberapa menu penguat kesedapan sayur kelor yang umumnya di masak
santan.
Lebih hebat, belakangan di berbagai daerah di jawa, telah memproduksi
berbagai produk herbal.
Karena ternyata di beberapa daerah jawa timur juga sudah terbiasa dengan
sayur daun kelor.

No comments:
Post a Comment