Disuatu desa kecil, di wilayah Kabupaten Tolitoli,
Sulawesi Tengah saat penulis berada dirumah
keluarga bugis, yang telah
menganggap penulis sebagai anaknya sendiri.
Nyaris tiap hari ibu angkat penulis menyuguhkan sayur yang
sungguh segar dan nikmat. Sambil bercanda penulis menyebutnya sayur kayu
gelondongan.
POTENSI EKSPOR KELOR
Sayur kayu gelondongan yang penulis maksud adalah buah kelor
yang disayur kuah asam. Katanya sih, bumbunya hanya garam, asam jawa dan
sedikit bawang merah.
Iseng penulis tanya cara memasaknya, Buah kelor yang
masih muda, dibersihkan dengan mengerik kulitnya menggunakan pisau, kemudian
dipotong-potong sepanjang kurang lebih 5 sentimeter. Setelah itu buah kelor
diikat menggunakan tali rafia sekira enam potong perikat, tergantung
ukuran buah kelor.
Potongan buah kelor yang telah diikat, kemudian
dimasukkan kedalam belanga yang airnya telah mendidih dicampur larutan asam
jawa, garam dan bawang merah.
Tapi ingat, sayur buah kelor tidak dimakan seluruh
bagian, cukup sedikit dikunyah kemudian dihisap bagian tengah buah. Jika
dikunyak keseluruhan, tak ubahnya Anda seperti makan batang kayu ha ha ha
ha

No comments:
Post a Comment